Home News PENGARUH POLA PIKIR KE PRILAKU KITA

PENGARUH POLA PIKIR KE PRILAKU KITA

Tahun 2001 saya ke Jepang dalam rangka mengikuti program AOTS (Association Overseas Technical Scholarship), saya dengan kelompok AOTS yang lain diajak jalan jalan ke kampung Jepang dengan tujuan belajar budaya Jepang secara langsung ke penduduk setempat, dimulai dengan berkenalan dengan penduduk yang rata rata orang tua, karena yang muda sekolah atau pergi kerja.

Saya kenalan dengan Oba san, profesi beliau sebagi Ibu rumah tangga, dengan wajah gembira saya dan teman teman dipersilahkan masuk kerumahnya, memberi secangkir teh Jepang yang masih panas tanpa gula, Ibu tersebut berceritera banyak tentang kehidupan kampung, sambil mendengar saya mengamati ruang tamu dan pandangan saya tertarik ke kamar kecil diruang tamu, dari penjelasan Oba san ternyata kamar tersebut adalah WC.

Melalui pembimbing saya tanya kenapa WC nya di ruang tamu ?, saya mendapat penjelasan yang singkat dari Oba san mengapa WC di taruh di bagian depan (Ruang tamu), “ WC itu kotor, ditaruh di depan supaya mudah dikontrol”, mendapatkan jawaban tersebut saya tersentak dan langsung terbayang kehidupan di kampung saya.

Mari kita lihat sisi pola pikir kita secara umum, hampir seluruh penduduk di sekitar kita mungkin termasuk kita sendiri menaruh WC di bagian belakang rumah, kalau ditanya alasannya bisa dipastikan salah satunya adalah “ WC itu kotor, pantasnya ya ditaruh di belakang, memalukan !!! “

Ada pola pikir yang 360 derajat berbeda, budaya Oba san adalah meng “explore” masalah supaya kelihatan dan terus berusaha untuk menanggulangi masalah tersebut, sedangkan disisi lain pola pikir kita diajarkan oleh pendahulu kita bahwa yang kotor, tidak baik dan simbul - simbul lain yang tidak sesuai harus ditutupi, supaya tidak kelihatan dan membuat malu.

Dampak pola pikir tersebut sangat luarbiasa di kehidupan kita, yang tercipta di pikiran kita adalah bagaimana supaya tidak kelihatan, bukan bagaimana mencari solusinya. Contoh kasus; dikantor kita bekerja selalu menempatkan barang - barang yang dianggap tidak terpakai, kotor, rusak, dan lain lain ditaruh dibagian belakang atau bahkan di wilayah yang jarang dilewati atau dilihat top management dan tamu yang sering berkunjung, alasannya jelas “ Memalukan !!! “

Atau bahkan kita sebagai atasan yang seyogyanya membantu menyelesaikan problem yang dihadapi, malah marah - marah karena melihat anak buah kita menunjukkan hasil kerja yang tidak sesuai dengan harapan (Spesifikasi, cacat, atau tidak sesuai dengan standar), hal tersebut dapat diartikan bahwa “ Menunjukkan hal yang menyimpang = Minta dimarahi atasannya “, selanjutnya menyimpulkan lebih baik tidak memberi tahu atau di tutupi agar “ Tidak Memalukan “

Pola pikir akan banyak mempengaruhi prilaku kita sehari - hari, sehingga pandangan kita tentang kondisi bisa kita artikan berbeda, bukan dilihat dari tantangan dan peluang tetapi bagaimana supaya tidak kelihatan, dengan contoh kasus diatas cobalah kita memperbaiki pola pikir kita bahwa problem bukan harus di tutup - tutupi, tetapi harus diungkap agar dapat dicarikan solusinya dan tidak terjadi lagi dikemudian, dampaknya akan luarbiasa ke diri kita dan kehidupan kita masing - masing.

Selamat merenungkan pendapat saya.

 
Vision

Becoming the best partner in human resource development and industrial management system improvement.

Mision

Assisting clients to carry out improvement and decide a proper solution to improve significantly the performance of an organization.

Polls
Bagaimana Tampilan Web Primadaya yang Baru?
 
Calendar
 Apr   May 2019   Jun
MTWTFSS
   1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
Julianna Walker Willis Technology
Aritcle List